Tanggal Publikasi : 20 November 2025
Generasi muda Way Kanan didorong menjadi penjaga budaya lokal melalui Loka Karya Literasi Digital bertema Bangga Budaya, Cakap Digital: Generasi Muda sebagai Penjaga Warisan Lokal yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Way Kanan, Selasa (18/11) di Auditorium dinas setempat.
Pemateri pertama Dr. Purwanto Putra, M.Hum., menegaskan bahwa teknologi seharusnya menjadi sarana memperkuat nilai-nilai lokal, bukan mengikisnya.
Ia menyoroti potensi budaya Way Kanan seperti kampung adat Gedung Batin, bahasa, tradisi, kuliner, hingga seni pertunjukan yang dapat dipromosikan melalui platform digital.
“Pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan seremonial. Generasi muda harus mulai mendokumentasikan, mengarsipkan, dan membagikan budaya mereka lewat media digital,” tuturnya.
Selanjutnya, Dr. Feri Firdaus, S.I.Kom., M.A., melanjutkan paparan mengenai pentingnya literasi digital bagi anak muda.
Ia menyoroti jurang digital yang masih terasa kuat di banyak wilayah perdesaan, termasuk Way Kanan. Hambatan infrastruktur, minimnya perangkat, rendahnya kepercayaan diri, hingga pengetahuan teknis yang terbatas menjadi tantangan yang perlu diatasi.
Feri menyebut bahwa penguasaan enam elemen digital capability menurut Information Systems Committee (JISC) 2015 sangat penting bagi generasi muda agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator konten budaya yang beretika.
“Banyak anak muda punya talenta, tapi takut komentar negatif. Padahal ruang digital bisa menjadi tempat mempromosikan budaya, bukan hanya konsumsi konten,” jelasnya.
Feri juga menilai lemahnya kemampuan perlindungan diri di ruang digital membuat generasi yang tidak cakap digital rentan terjebak misinformasi dan risiko privasi.
“Bangga budaya harus diwujudkan lewat karya digital, kalau tidak budaya Way Kanan tidak akan dikenali generasi lain,” jelasnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Way Kanan, Achmad Agung Bramtihalley, S.E., M.M., yang membuka kegiatan, menyebut Way Kanan memiliki kekayaan budaya yang harus tampil di ruang digital agar tidak hilang ditelan globalisasi.
“Anak muda harus berani mengambil peran,” katanya di hadapan 90 peserta.